ANTIOKHIA KALVARI

One For Others

About Antiokhia Kalvari

        Antiokhia, merupakan wadah kegiatan mudika yang dibentuk sejak tahun 1985 dalam suatu Week End yang dipandu oleh Romo Peter K. Subagyo, OMI. Antiokhia menjadi suatu wahana di mana kaum muda mengajak kaum muda untuk mendalami iman mereka dan melalui suatru persekutuan, persaudaraan, persahabatan, mereka mulai mengambil bagian dalam hidup menggereja bersama kaum muda yang lain. Dengan demikian, melalui Antiokhia kaum muda menjadi sadar atas panggilan mereka untuk saling menjaga (dari banyaknya pengaruh negatif pergaulan di era globalisasi), saling menguatkan, dan saling merasul bersama.

            Kegiatan pokok Antiokhia adalah Week End, yakni program kegiatan penerimaan anggota baru, semacam retret yang diselenggarakan di suatu tempat (rumah/sekolah/wisma) dari, oleh, dan untuk kaum muda. Bimbingan diberikan oleh anggota tim yang pernah mengikuti Week End serupa sebelumnya, serta para “alumnus” Aniokhia (disebut Antiokher) senior dan pengurus. Setelah Week End kegiatan yang penting adalah follow up, yakni kegiatan lanjutan dari Week End yang merupakan penyegaran materi yang pernah diperoleh dalam Week End (WE).

            Pembimbing sekaligus sebagai pendamping para kaum muda Antiokhia disapa sebagai “papi mami”. Beberapa nama papi mami tercatat dalam perjalanan sejarah Antiokhia, yaitu papi Harjanto dan mami Harjanto(WE I tahun ), papi Purwantoro dan mami Ambar (WE II tahun ).

            Mudika berusia antara 15 – 21 tahun dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti WE ke para pengurus Antiokhia. Setelah mengikuti WE, para peserta telah menjadi Antiokher seumur hidupnya.

            Antiokhia memang memiliki andil besar dalam pembinaan iman kaum muda di paroki Kalvari semenjak kelompok ini dibentuk hingga kini. Tercatat juga beberapa nama yang menjadi aktivis gereja saat ini yang merupakan “jebolan” dari Antiokhia, yaitu Hendri Ferdinand Gunawan Lalu (Ketua mudika 1998 – 2006) dan Hapsoro Indri Jatmiko (Ketua mudika 2006 – sekarang).