ANTIOKHIA KALVARI

One For Others



   

Antiokhia adalah suatu persekutuan yang dikelola dalam suatu paroki yang diperuntukan bagi remaja Katholik.  Antiokhia adalah suatu program rohani yang dimulai dengan suatu pengalaman Week End dan mempunyai kelanjutan yang amat kuat.  Di dalam wadah persekutuan Anthiokia ini, remaja dengan tingkatan usia 14-21 tahun diberi kesempatan untuk mengembangkan dan memperkokoh ( kepercayaan ) komitmen mereka sebagai remaja Katholik dengan cara mendengarkan, berdiskusi sehingga mereka akan mengerti lebih baik apa yang dimaksudkan menjadi Katholik pada masa kini.

Antiokhia mengambil nama dari salah satu tempat persekutuan umat kristen untuk pertama kalinya mereka dikenal sebagai orang Kristen.  Di Antiokhialah murid-murid itu disebut Kristen ( KIS 11: 26 ).  Di belakang nama inilah persekutuan remaja itu disebut, maka nama persekutuan itu adalah Persekutuan Antiokhia dan Week End yang dijadikan sarana untuk menjaring peserta disebut Week End Antiokhia.

Sejarah Antiokhia

Program Anthiokia dimulai dan dikembangkan di Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat pada tahun 1960.  Tujuan pertama program ini adalah untuk pembinaan remaja dan mahasiswa dari universitas tersebut.  Tetapi sejak tahun 1973 programnya disesuaikan bagi kepentingan remaja tingkatan SMU dan bersifat parokial.

Pada saat ini Persekutuan Antiokhia telah tersebar luas di dunia dan menjadi persekutuan yang bersifat internasional.  Antiokhia berkembang di daratan Amerika, Eropa dan Asia maupun Australia.  Di benua Australia sendiri persekutuan ini telah berkembang pesat dan telah menjaring banyak remaja.  Yang memasukkan ke benua ( Australia ) ini adalah pasangan suami istri Ron dan Marvis Pirolla.  Pelaksanaan Week End yang pertama kali diadakan di paroki Maroubra Bay, Sidney.  Dari benua inilah akhirnya Antiokhia sampai juga ke Indonesia, dan di negara kita Week End pertama kali diadakan di paroki Cengkareng di bawah bimbingan pastor Peter Subagyo OMI.  Akhirnya berkembang juga ke beberapa paroki di Keuskupan Agung Semarang.  Wakil Indonesia pernah juga menghadiri pertemuan Internasional di Perth, Australia.  Week End yang pertama kali dilaksanakan pada bulan Juli 1989.


Tujuan Antiokhia

Tujuan utama persekutuan ini adalah membantu para remaja Katholik mengembangkan Kasih Yesus dan Gerejanya melalui Suatu pengalaman di dalam persekutuan dengan sesama remaja.  Di dalam persekutuan itu mereka selalu ( dapat ) diterima dan bisa menemukan suatu lingkungan yang sesuai dengan tingkat pewrkembangan ( usia ) mereka dengan dukungan dari sesama remaja juga.  Di dalam persekutuan ini di harapkn remaja semakin mengenal Kristus dan semakin mengenal dirinya sendiri sebagai remaja Katholik, sehingga sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki pada umurnya yang sekarang mereka pun dapat memperkokoh gereja Kristus.


Logo Antiokhia



Segitiga sama sisi


Menggambarkan kesatuan Allah Tritunggal Maha Kudus. Antiokhia berusaha menciptakan hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang. Selain itu, segitiga juga melambangkan cinta antara aku, Tuhan, dan juga sesama.

Warna dasar merah
Antiokhia selalu dipenuhi kegembiraan, cinta kasih, keterbukaan, dan keberanian dalam menjalankan kegiatan cinta kasih.

Bingkai segitiga warna hitam
Antiokhia berusaha membawa manusia yang berada dalam kegelapan untuk menuju Kristus, sang Terang.

Jalan berliku
Usaha yang terus menerus dalam mencari Kristus. Meski menemui tantangan, kesulitan, dan godaan. Kita harus tetap maju terus dan pantang mundur.

Salib
Melambangkan kemenangan Kristus sebagai dasar pelayanan kerasulan Antiokhia

Bunga Mawar
Antiokhia akan tumbuh hidup dalam keindahan. Membagikan cinta kasih dan kegembiraan pada semua orang.



Semboyan Antiokhia

Semboyan Antiokhia adalah "we are growing together in love" dan "one for others". Semboyan ini menunjukkan bahwa kita hendak membangun kerjasama dan persahabatan dalam cinta kasih Kristus. Kita tentunya saling membutuhkan satu sama lain. Perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi pemecah persaudaraan, melainkan untuk memperkaya, memperindah, dan saling melengkapi dalam kehidupan bersama.


Lambang Antiokhia

Batu Karang

Batu karang itu keras kan? Nah, kita juga harus memiliki kemauan yang keras untuk bertahan dari godaan yang bisa menipiskan iman kita. Kita harus kuat menghadapi segala cobaan dan tantangan. Seperti batu karang yang sulit berubah dan tidak mudah ditembus.



Salib

Lambang penebusan dan kemenangan atas dosa. Dengan wafatNya di kayu salib, Yesus telah menebus dosa kita sehingga kita menang atas dosa. Lewat kebangkitanNya, Yesus menganugerahkan hidup kekal kepada kita.






Bunga Mawar

Melambangkan cinta kasih dan keindahan kita bagaikan bunga mawar yang masih kuncup dan mulai mekar. Kita diharapkan mau untuk membuka diri dan berkembang bersama Kristus. Sehingga menjadi indah dan memiliki kepribadian yang mempesona.